Berkala Ilmiah Mahasiswa Gizi Indonesia
https://bimgi.or.id/index.php/bimgi
<p><strong>Jurnal Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia</strong> merupakan jurnal bidang gizi yang secara berkala dipublikasikan setiap 6 bulan sekali, yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>. Jurnal BIMGI telah dipublikasikan sejak tahun 2013. Seluruh naskah yang diterbitkan dapat diakses secara penuh (<em>open access</em>).</p>Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI)en-USBerkala Ilmiah Mahasiswa Gizi Indonesia2303-3932HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL: STUDI LITERATUR
https://bimgi.or.id/index.php/bimgi/article/view/168
<p><strong>Pendahuluan: </strong>Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan. Data <em>WHO</em> tahun 2021 menyebutkan prevalensi anemia pada ibu hamil secara global mencapai 40,08%, dan di Indonesia mencapai 27,7% menurut SKI 2023. Salah satu faktor utama pemicunya adalah pola makan yang tidak memenuhi kebutuhan zat gizi, khususnya zat besi, protein, dan vitamin C, yang berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Tujuan dialkukannya studi <em>literatur</em> ini untuk mengkaji hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan hasil <em>literatur review</em> dari berbagai penelitian lima tahun terakhir.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> dengan penelusuran artikel melalui <em>database Google Scholar</em> dan <em>PubMed</em>. Kriteria inklusi berupa artikel penelitian dengan desain cross-sectional yang membahas hubungan pola makan dengan anemia pada ibu hamil, dipublikasikan tahun 2020–2025. Terdapat 5 artikel yang dianalisis secara naratif.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Seluruh penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Ibu hamil dengan pola makan kurang memiliki resiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan yang memiliki pola makan baik, dengan nilai p di seluruh penelitian <0,05. <em>Persentase</em> kejadian anemia pada ibu hamil dengan pola makan kurang berkisar antara 52,9% hingga 89,5%.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian anemia pada ibu hamil. Pola makan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan.</p>Serli Haitul HasanahApril Liayana
Copyright (c) 2024 Serli Haitul Hasanah, April Liayana
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-10-172025-10-17112EFEK INTERMITTENT FASTING TERHADAP SINKRONISASI WAKTU TIDUR PADA INDIVIDU DENGAN OVERWEIGHT DAN GANGGUAN TIDUR
https://bimgi.or.id/index.php/bimgi/article/view/177
<p><strong>Pendahuluan: </strong><em>Intermittent fasting</em> (IF), khususnya <em>time-restricted eating</em> (TRE), merupakan strategi diet yang berpotensi menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolik. Efektivitasnya diduga lebih optimal bila diselaraskan dengan ritme sirkadian, terutama pada pendekatan <em>early TRE</em>.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kajian ini dilakukan melalui <em>systematic literature review</em> berdasarkan pedoman PRISMA, dengan menelaah delapan <em>randomized controlled trial</em> (RCT) yang mengevaluasi pengaruh IF/TRE yang diselaraskan dengan waktu tidur terhadap penurunan berat badan, kualitas tidur, dan parameter metabolik pada individu <em>overweight</em> atau obesitas.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Sebagian besar studi melaporkan penurunan berat badan moderat (~2-4%), perbaikan profil lipid, dan penurunan tekanan darah, dengan efek yang lebih menonjol pada intervensi <em>early TRE</em> atau bila dikombinasikan dengan olahraga. Beberapa studi juga mencatat perbaikan kadar glukosa puasa, insulin, dan HbA1c, terutama pada kelompok <em>early TRE</em>. Dampak terhadap kualitas tidur bervariasi: satu studi menunjukkan peningkatan skor <em>Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)</em>, sedangkan studi lain tidak menemukan perubahan signifikan. Namun, tidak ada bukti bahwa TRE memperburuk pola tidur.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> <em>Early TRE</em> menunjukkan potensi lebih besar dalam meningkatkan kesehatan metabolik dan, pada beberapa kasus, kualitas tidur pada individu <em>overweight</em> atau obesitas. Meski demikian, diperlukan RCT lanjutan yang mengintegrasikan intervensi sinkronisasi waktu tidur untuk mengonfirmasi adanya efek sinergis tersebut.</p>Farah Khoirunnisa Riscilia
Copyright (c) 2024 Farah Khoirunnisa Riscilia
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-122024-12-12112DAMPAK PROGRAM MAKAN SIANG SEKOLAH TERHADAP STATUS GIZI DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI NEGARA-NEGARA ASIA: SYSTEMATIC REVIEW
https://bimgi.or.id/index.php/bimgi/article/view/68
<p><strong>Pendahuluan: </strong>Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah gizi yang sering dihadapi oleh beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Masalah gizi yang kerap terjadi dapat meliputi <em>undernutrition</em> dan <em>overnutrition</em>. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki status gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan program makan siang di sekolah. Kajian literatur diperlukan untuk mengetahui dampak dari program makan siang terhadap perbaikan status gizi dan peningkatan prestasi akademik siswa yang sudah berjalan di negara-negara Asia. <strong> </strong><br><strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan <em>systematic literature review</em> (SLR) menggunakan artikel 5 tahun terakhir dari berbagai <em>database</em> jurnal, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Scopus.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa program makan siang di sekolah tidak secara signifikan memperbaiki status gizi kurang. Namun, program ini memiliki dampak positif dalam menurunkan status gizi berlebih serta mengurangi defisiensi mikronutrien pada siswa. Selain itu, program makan siang di sekolah berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi akademik siswa.</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Program makan siang sekolah memiliki dampak positif terhadap penurunan status gizi lebih, defisiensi mikronutrien, dan peningkatan prestasi akademik, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap perbaikan status gizi kurang pada siswa di Asia.</p>Dessy Anggun UtamiGhaniya Aqeela PutriAnisha Syafiqa QawlamHafla HadissaTania Syntia Rahma Sari
Copyright (c) 2025 Dessy Anggun Utami, Ghaniya Aqeela Putri, Anisha Syafiqa Qawlam, Hafla Hadissa, Tania Syntia Rahma Sari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-122024-12-12112