Hubungan Pola Pemberian Mp-Asi dengan Status Gizi Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2013

Authors

  • Rizki Eka Sakti Octaviani Mahasiswa Gizi Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Indonesia

Keywords:

Anak usia 6-23 bulan, pola MP-ASI, status gizi, wilayah pesisir

Abstract

Introduction: There is a very close link between nutritional status and food consumption. In infant feeding need to be considered on time delivery, frequency, type, amount of food, and how to make it. This study aimed to analyze the relationship between the pattern of complementary feeding with nutritional status of children aged 6-23 months.

Methods: Type of observational analytic study design is a cross-sectional study. Samples that all children aged 6-23 months taken using exhaustive sampling techniques found 150 children.

Result: Showed a relationship frequency of complementary feeding and nutritional status (weight/age) obtained significant value (p = 0.000), age relationships MP-ASI giving first time with a child's nutritional status (weight/age) was not significant (p = 0.748), relationship type assignments MP-ASI is now with child nutritional status (weight/age) was not significant (p = 0.620), the relationship of energy consumption with nutritional status (weight/age) was not significant (p = 0.570) and relationship with the amount of consumption of protein nutritional status (weight/age) are not significant (p = 0.388).

Conclusion: Recommended that carried information to mothers about the quality and the quantity and pattern of provision of appropriate complementary feeding with age so that the child malnutrition in children can be prevented as early as possible.

References

Sari K. Pola Pemberian ASI dan MP-ASI Pada Anak 0-2 Tahun Ditinjau Dari Aspek Sosial Ekonomi di Wilayah Pesisir Desa Weujangka Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Tahun 2010, Tidak Diterbitkan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Utara Medan. 2010. Sumatera

Anonim. Profil Kecamatan Tallo Kota Makassar. (Online). 2012. 11 Januari 2013.<http://kecamatantallo.blogspot.com/2012/10/profil-kelurahan-tallo.htm>

Ferreira A et al. Nutritional Status and Growth of Indigenous Xavante Children, Central Brazil. Nutrition Jumal. 11:3 (2012): 1-9.

Deba, U. Perbedaan Status Gizi Antara Bayi yang Diberi ASI Eksklusif Dengan Bayi yang Diberi MP-ASI Dini di Puskesmas Perumnas Kota Kendari, Jurnal SELAMI IPS, 2:21 (2007).

Fatimah. Pengetahuan dan Praktek Keluarga Sadar Gizi Ibu Balita, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4:4 (2010):23-25.

Helmyati S dan Lestariani W. Kejadian Anemia Pada Bayi Usia 6 Bulan yang Berhubungan dengan Sosial Ekonomi Keluarga dan Usia Pemberian Makanan Pendamping ASI, Berita Kedokteran Masyarakat, 23-1 (2007): 35-40.

Hermina dan Nurfi. Hubungan Praktik Pemberian ASI Eksklusif dengan Karakteristik Sosial, Demografi dan Faktor Informasi Tentang ASI Dan MP-ASI (Studi Di Kota Padang dan Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat). Pusat Penelitian Dan Pengembangan Gizi Dan Makanan. Badan Litbang Kesehatan. Kementerian Kesehatan. 13:4 (2010): 353-360.

Maseko M dan Owaga E. Child Malnutrition and Mortality in Swizeland Situation Analysis of the Immedate, Underlying and Basic Causes 2012. African Journal of Food, Agriculture, Nutrisi, and Development. 12:2 (2012): 5994-6006.

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 2007

Gibson RS. Ferguson EL. Lehrfeld J. Complementary Foods for Infant Feeding in Developing Countries: Their Nutrient Adequacy and Improvement. European Journal Of Clinical Nutrition. 72 (2008): 421-429.

Bogue J. Parental Perceptions of Feeding Practices in Five European Countries: An Exploratory Study. European Journal Of Clinical Nutrition. 61 (2007): 946-956.

Lande B. Relations Between High Ponderal Index at Birth, Feeding Practices and Body Mass Index in Infancy. European Journal of Clinical Nutrition. 59 (2005): 1241-1249.

Firdhani E dan Gunanti I. Pola Pemberian ASI, MP-ASI dan Status Gizi Anak Usia 1-2 Tahun Pada Keluarga Etnis Madura dan Etnis Arab (Studi Di Puskesmas Pegirian dan Puskesmas Perak Timur Surabaya). Jurnal Pusat Penelitian Dan Pengembangan Gizi Dan Makanan, Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan. 8:2 (2005): 35-41.

Simondon KB. Age at Introduction of Complementary Food and Physical Growth from 2 to 9 Months in Rural Senega. European Journal Of Clinical Nutrition. 51 (2007):846-856.

Vita. K dan Abas B. Studi Dampak Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) terhadap Tingkat Pertumbuhan Anak Umur 5 Bulan. Pusat Penelitian Dan Pengeembangan Gizi Dan Makanan. 26:1 (2003): 1-10.

Wahyu D. Heryanto, Rodhi. Perbedaan Berat Badan Pada Bayi Usia 6 Bulan Yang Diberikan ASI Dengan yang Diberikan MP-ASI Di Kecamatan Gunungpati. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan, 21:8 (2012): 433-439.

Khoiriyah N. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini dengan Diare pada Bayi Usia 1-6 Bulan. Jurnar Stikesnu. 2(1) (2012):1-6.

Owino V. Complementary Feeding Practices and Nutrient Intake from Habitual Complementary Foods of Infants and Children Aged 6-18 Months Old in Lusaka, Zambia. African Journal Of Food Agriculture Nutrition And Development. 8:1 (2008): 28-47.

Hermina dan Prihatini S. Gambaran Keragaman Makanan dan Sumbangannya terhadap Konsumsi Energi Protein Pada Anak Balita Pendek Di Indonesia. Jurnal Buletin Penelitian Kesehatan. 39 (2010): 62-73.

Downloads

Published

2025-05-28

How to Cite

Octaviani, R. E. S. (2025). Hubungan Pola Pemberian Mp-Asi dengan Status Gizi Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2013. Berkala Ilmiah Mahasiswa Gizi Indonesia, 4(1), 17–26. Retrieved from https://bimgi.or.id/index.php/bimgi/article/view/123

Citation Check