PUBLICATION ETHICS

Dalam proses penerbitan artikel ilmiah, Jurnal BIMGI memperhatikan etika: tanggung jawab terhadap penulis/author, penyunting/editor, dan reviewer, serta plagiarisme. Aturan dalam etika publikasi ini mengacu pada COPE (Commission of Publication Ethics, 1997). Semua pihak yang terlibat dalam proses publikasi (Pemimpin Redaksi/Editor in Chief, Tim Editor, Editorial Team, Reviewer, dan Penulis/Author) wajib memahami dan menaati norma/etika publikasi ilmiah. Hal ini sesuai dengan tiga nilai etika dalam publikasi, yaitu:

1. Kenetralan, yaitu bebas dari benturan kepentingan dalam pengelolaan publikasi. Hal yang tidak dipublikasikan dari naskah yang masuk ke Jurnal BIMGI tidak boleh digunakan oleh editor sebagai bentuk penelitiannya sendiri tanpa persetujuan tertulis atau persetujuan tertulis dari penulis. Editor dan seluruh staf editorial tidak diperbolehkan mengungkapkan informasi tentang naskah yang telah ditandatangani oleh Jurnal BIMGI kepada siapa pun selain kepada penulis, dewan editorial/editorial team, dan penerbit (jika memungkinkan).

2. Keadilan, yaitu memberikan hak kepengarangan kepada yang berhak sebagai penulis. Editor menjunjung tinggi rasa keadilan dan kewajaran dalam menilai naskah tanpa memandang ras, jenis kelamin, orientasi seksual, agama dan kepercayaan, etika, kewarganegaraan, atau ideologi politik penulis.

3. Kejujuran, yaitu bebas dari duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme dalam publikasi. Penulis harus memastikan bahwa naskah yang dibuat merupakan hasil penelitian orisinal. Apabila penulis merujuk pada pemikiran, data, atau tulisan orang lain, maka harus mengutip dengan baik dan benar. Pihak BIMGI menganjurkan penggunaan parafrase ide atau kalimat dari orang lain dengan kutipan yang sesuai dengan panduan bagi penulis (author guidelines).