Pentingnya Sarapan Sehat bagi Anak Usia Sekolah Dasar sebagai Modal Jangka Panjang Mencapai Hidup Sehat dan Produktif

Authors

  • Mohammad Brachim Ansari

Keywords:

Sarapan sehat, anak usia sekolah dasar, hidup sehat dan produktif

Abstract

Introduction: Improving nutrition is essential across all stages of life—from pregnancy, infancy, and early childhood through adolescence and adulthood, including the elderly—to develop quality human resources. According to the 2004 RISKESDAS report, 40.6% of the population consumed less than 70% of the Nutritional Recommended Adequacy (NRA), with a significant proportion (41.2%) being school-age children (6–12 years). Proper nutrition is critical during this developmental phase to avoid growth and developmental disorders. Among key nutritional habits, breakfast plays a vital role in providing daily energy intake for school children.

Methods: Breakfast consumption is recommended between waking up and 9 a.m., ideally providing 15–30% of daily nutritional needs or approximately 300–400 kcal, which is 25% of the daily caloric requirement (1,400-1,500 kcal). A balanced breakfast should ideally include staple foods, side dishes, vegetables, fruits, and beverages. The emphasis is on the quality and balance of the components rather than on rigid dietary formulas.

Result: Breakfast generally contributes 25% of a child’s daily energy needs. However, many school-age children exhibit unhealthy eating habits and irregular breakfast consumption patterns, which can negatively affect their physical growth and cognitive development.

Conclusion: There is a need for self-awareness and behavioral change among school-age children to establish healthier lifestyles. Promoting regular, balanced breakfast habits is crucial in supporting their health, productivity, and cognitive performance.

References

Kementerian Kesehatan RI. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI, 2010.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Pusat Sterilisasi (CSSD) di Rumah Sakit. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia,2001.

Azwar, Azrul. Pengantar Epidemiologi. Edisi Revisi. Jakarta Barat : Binarupa Aksara, 2002.

Hardinsyah. Masalah dan Pentingnya Sarapan Bagi Anak. Materi Simposium Sarapan Sehat tanggal 16 Juni 2012. Diunduh dari http://pergizi.org. Diakses tanggal 30 Mei 2016.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Diunduh dari http://gizi.depkes.go.id tanggal 30 Mei 2016.

Hapsari IA, Putu YA, Luh SA. 2011.”Gambaran Status Gizi Siswa SD Negeri 3 Peliatan Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar”. Diunduh di http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/download/6695/5104. Diakses tanggal 30 Mei 2016.

Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI, 2010.

Ipriyona Tri Noli.”Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Anak SD Kelas VI di Tiga SD Swasta di Kota Palembang”. SKRIPSI. Palembang: Jurusan Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 2011.

Gibson SA and Gunn P. 2011.”What’s for breakfast? Nutritional implications of breakfast habits: insights from the NDNS dietary records”. Nutrition Bulletin 36, 2011. 78-86.

Kral TVE, Whiteford LM, Heo M, and Faith MS. “Effects of eating breakfast compared with skipping breakfast on ratings of appetite and intake at subsequent meals in 8- to 10-y-old children”. Am J Clin Nutr 93:2 (2011) 284-91.

Schusdziarra V, Hausmann M, Wittke C, Mittermeier J, Kellner M, Naumann A, Wagenpfeil S, and Erdmann J. “Impact of breakfast on dailyenergy intake–an analysis of absolute versus relative breakfast calories”. Nutrition Journal 10, 2011. 5.

Smith KJ, Gall SL, McNaughton SA, Blizzard L, Dwyer T, and Venn AJ. “Skipping breakfast : longitudinal associations with cardiometabolic risk factors in the Childhood Determinants of Adult Health Study”. American Journal of Clinical Nutrition 92:13 (2010) 16-25.

Simon DT, Grantham-McGregor S. ”Effects of missing breakfast on the cognitive functions of school children of differing nutritional status”. American Journal Clinical Nutrition 49:6 (1989)

-53.

Presiden Republik Indonesia. INPRES Nomor 1 tahun 2010 tanggal 19 Februari 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional tahun 2010. Jakarta:Presiden Republik Indonesia, 2010.

Presiden Republik Indonesia. INPRES Nomor 1 Tahun 1997 tanggal 15 Januari 1997 tentang Program Makanan Tambahan Makanan Sekolah. Jakarta : Presiden Republik Indonesia, 1997.

Saputri, L.O, Kristiawati, Krisnana,I. 2012. Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Dalam Pemilihan Jajanan Sehat Menggunakan Alat Permaian Edukatif Ular Tangga. Diunduh di http://journal.unair.ac.id/filerPDF/Artikel%20anak_%202%20jajanan%20sehat.doc. Diakses tanggal 30 Mei 2016.

Atmarita, Tatang S.F. Analisis Situasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Proseding Widyakarya Nasional. Pangan dan Gizi VIII. Jakarta :

Direktorat Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan, 2004.3,26.

Handari, R. T. Siti dan Siti Humaeroh. “Perbedaan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar disekolah Berdasarkan Status Sosial Ekonomi di Jakarta Selatan Tahun 2004”. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Universitas Muhammadiyah Jakarta, 2005. 157- 59.

Notoatmodjo, S. Dr. Prof. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Cetakan Kedua. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta,2003.

Khomsan, A. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Bogor :Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, 2003.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Buku Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat Propinsi. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1997.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. UU RI No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik

Indonesia, 1992.

Ervianto, Wulfram I. Teori Aplikasi Manajemen Konstruksi. Yogyakarta: Andi, 2008.

Istiany, Ari M.Si dan Ruslianti, Dr, M.Si. Penilaian Status Gizi dalam Gizi Terapan. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, 2013.

Supariasa I Dewa Nyoman, Bachyar Bakri, dan Ibnu Fajar. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC, 2002.

Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2007.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008.

Adriani, M. dan Wirjatmadi, B., Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta : Kencana,2012.

A. Roth, R. Nutrition And Diet Therapy 10th Edition. Fort Wayne : Indiana Delmar Cencage, 2011.

Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. Palembang: Universitas Sriwijaya Press, 2009.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013.

Ruxton, Carrie. The Benefits of Breakfast and Breakfast Cereals. Germany : Dietitian and Public Health Nutritionist European Breakfast Cereal Association, 2011.

Downloads

Published

2025-06-20

How to Cite

Ansari, M. B. (2025). Pentingnya Sarapan Sehat bagi Anak Usia Sekolah Dasar sebagai Modal Jangka Panjang Mencapai Hidup Sehat dan Produktif. Berkala Ilmiah Mahasiswa Gizi Indonesia, 6(1), 10–18. Retrieved from https://bimgi.or.id/index.php/bimgi/article/view/137

Citation Check