Pengembangan Produk Keciput Dengan Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Dan Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.)

Authors

  • Nur Aziseh
  • Eveline Gracela

Keywords:

Fiber, Moringa Leaf Flour, Kepok Banana Flour Fiber

Abstract

Introduction: The phenomena of obesity is an interesting and important issue to address because of its serious implications for health and society as a whole. The lack of fiber in the diet is one of the factors that can lead to obesity. Moringa leaf flour and kepok banana flour with fiber content of about 19.2 grams and 5.3 grams per 100 grams, respectively, have the potential to help reduce obesity due to their high fiber content

Methods: The method used in this research is an experimental method with a complete randomized design of 3 treatments in the form of F0 as control, F1 (5 grams of moringa leaf flour: 25 grams of kepok banana flour), and F2 (10 grams of moringa leaf flour: 50 grams of kepok banana flour). Nutritional content analysis using Nutrisurvey application and non-parametric statistical tests using Friedman and Wilcoxon Signed Rank tests.

Result: The results showed that the fiber content increased significantly in treatment F2 with a fiber content of 6.1 grams per 100 grams of product. In addition, there was no significant difference in aroma, texture and taste in each treatment with a significance value of P>0.05. However, there was a significant difference in color with a significance value of P<0.05.

Conclusion:There is an effect of the substitution of moringa leaf flour and kepok banana flour in making keciput products on fiber content and acceptability. The F2 treatment has a higher fiber content and has the highest average acceptability in terms of texture, aroma, and taste

References

Angely C, Nugroho KPA, Agustina V. Gambaran Pola Asuh Anak Obesitas Usia 5–12 Tahun di SD Negeri 09 Rangkang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. J Sains dan Kesehatan. 2021;3(6):816–25.

Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI. 2018;53(9):1689–99.

Kusharto CM. Serat Makanan Dan Perannya Bagi Kesehatan. J Gizi dan Pangan. 2007;1(2):45.

Prabowo K, Widodo AE, Randa SY. Pengaruh penggunaan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap kadar kolesterol dan kadar lemak dalam daging ayam broiler. Cassowary. 2023;6(1):90–4.

Krisnadi, A D. Kelor Super Nutrisi. Blora: Pusat informasi dan pengembangan tanaman kelor Indonesia. 2015.

Kementerian Kesehatan RI. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). 2017.

Nurlaila, Andi Sukainah A. Pengembangan Produk Sosis Fungsional Berbahan Dasar Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) dan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera L). J Pendidik Teknol Pertan. 2016;2:105–13.

Fuglie LJ. Combinating Malnutrition with Moringa. Dev potential Moringa Prod. 2001;50.

Kustiani A, Kusharto CM, Damayanthi E. Pengembangan Crackers Sumber Protein dan Mineral dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Badan-Kepala Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Nutr J Gizi, Pangan dan Apl. 2017;1(1):22.

Rangkuti N. Pengaruh Substitusi Tepung PIsang Kepok Terhadap Kualitas Cookies. 2015;151:10–7.

Tarwendah IP. Studi Komparasi Atribut Sensori dan Kesadaran Merek Produk Pangan. J Pangan dan Agroindustri. 2017;5(2):66–73.

Setyaningsih A, Mushlishoh A. Studi Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Sukun (Artocarpus altilis) pada Pembuatan Biskuit PMT Ibu Hamil. J Teknol Pangan dan Gizi. 2021;20(2):102–10.

Fajariah, Raj Aminah; Ismawati, Rita; Kristiatuti, Dwi: Nurlaela L. Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Dan Jenis Lemak Terhadap Hasil Jadi Rich Biscuit. J Tata Boga. 2020;9(3):23–9.

Surahman B, Winarti W. Analisis Pengaruh Cita Rasa Terhadap Kepuasan Pelanggan HR Coffe SP. Empat Bebesen. Gajah Putih J Econ Rev. 2021;3(2):26–45.

Sari KI, Yohana W. Tekstur makanan : sebuah bagian dari food properties yang terlupakan dalam memelihara fungsi kognisi. Makassar Dent J. 2015;4(6):184–9.

Dewi AL. Formulasi Cookies Berbasis Pati Garut (Maranta arundinaceae Linn.) dengan Penambahan Tepung Torbangun (Coleus amboinicus Lour) sebagai Sumber Zat Gizi Mikro. Institut Pertanian Bogor. 2011;1–91.

Viani TO, Rizal S, Nurdjanah S, Nawansih O. Formulasi Tepung Daun Kelor ( Moringa oleifera L .) dan Tepung Terigu terhadap Mutu, Sensori, dan Fisik. 2023;2(1):147–60.

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pengawasan Klaim Pada Label Dan Iklan Pangan Olahan. Peraturan BPOM. 2022;11:1–16

Downloads

Published

2023-06-21

How to Cite

Aziseh, N., & Gracela, E. (2023). Pengembangan Produk Keciput Dengan Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Dan Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.). Berkala Ilmiah Mahasiswa Gizi Indonesia, 10(2), 79–87. Retrieved from https://bimgi.or.id/index.php/bimgi/article/view/8

Issue

Section

Articles

Citation Check